Blogger templates

Tauhid Ilmu Paling Dasar


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه واتباعه اجمعين
الباب الاول
في المقدمة
التوحيد
التوحيد لغة جعل الشئ واحدا واصطلاحا هو علم يبحث فيه عن اثبات العقائد الدينية المكتسب من ادلتها اليقينية
ثمرته
ثمرته معرفة الله سبحانه وتعالى بالبراهن القطعية واثبات ما يجب له من صفات الكمال وتنزيهه عن سمات النقص والتصديق برسله عليهم الصلاة والسلام
موضوعه
موضوعه ذات الله تعلى وذات رسله من حيث ما يجب وما يستحيل وما يجوز والممكن من حيث انه يستدل به على وجود صانعه والسمعيات من حيث اعتقادها
واضعه
اول من دون علم التوحيد ورتبه والف فيه الامامان ابوالحسن الاشعرى ومتابعوه وابو منصور الماتريدى ومتابعوه
حكمه
حكم الشارع فيه الوجوب العينى على كل مكلف ذكر و انثى ولو بالدليل الاجمالى
Terjemahan Teks Kitab
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Segala puji milik Allah Tuhan seluruh alam. Semoga Allah mencurahkan shalawat kepada Baginda kita Muhammad SAW, juga kepada keluarganya, para sahabatnya dan seluruh pengikutnya.
Bab Pertama
Pendahuluan
Tauhid
Tauhid secara bahasa artinya meng-Esakan. Adapun menurut istilah epistemologi adalah suatu disiplin ilmu yang mengkaji tentang aqidah agama (Islam) berdasarkan dalil-dalil yang kuat (meyakinkan).
Tujuan Tauhid
Tujuan tauhid adalah ma’rifat kepada Allah SWT dengan argumen-argumen yang qoth’ie. Meyakini sifat-sifat wajib bagi Allah yaitu sifat-sifat memuliakan-Nya, mengingkari sifat-sifat mustahil bagi Allah yaitu sifat-sifat yang mengurangi(Ketuhan)-Nya, dan membenarkan para rasul bahwa mereka adalah utusan Allah SWT.
Objek kajian Ilmu Tauhid
Objek kajian Ilmu Tauhid adalah Dzat Allah dan Rasul Allah, yaitu mengklasifikasikan sifat wajib, sifat mustahil dan sifat jaiz bagi Allah dan Rasul-Nya, mengkaji alam semesta sebagai petunjuk atau bukti akan adanya Sang Pencipta serta mempelajari sam’iyat agar meyakininya.
Pendiri Ilmu Tauhid
Orang yang pertama-tama merumuskan, menata dan membukukan  ilmu tauhid adalah dua orang Imam Besar, yaitu Imam Abu Hasan Al-Asy’ari beserta pengikutnya dan Imam Abu Mansyur Al-Maturidi beserta pengikutnya.
Hukum Mempelajari Ilmu Tauhid
Hukum syara’ (menurut peraturan agama Islam) tentang mempelajari ilmu tauhid adalah Fardhu ain atau diwajibkan kepada seluruh orang Islam yang sudah mukallaf laki-laki maupun perempuan, minimal memahami argumentasi universal (dalil ijmali).
PENGANTAR TAUHID
Oleh: Ahmad Fauzi
Tauhid berasal dari kata وحد – يوحد – نوحيدا Berarti meng-Esakan. Akar kata ini dalam al-Quran dan al-Hadits berupa kata واحد, وحده dan احد yang ketiganya berarti Esa. Berikut adalah petikan surat al-Ikhlas ayat 1 :
قل هو الله احد (الاخلاص:1)
Artinya : Katakanlah (Hai Muhammad) Bahwa Allah itu Esa (Al-Ikhlas:1).
وما امروا الا ليعبدوا الها واحدا لا اله الا هو سبحانه عما يشركون (التوبة : 31)
Artinya :  Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia. Maha suci dia dari apa yang mereka persekutukan. (At-Taubah:31)
Dari sinilah kemudian muncul disiplin ilmu dalam Islam yaitu Ilmu Tauhid. Dengan demikian ilmu tauhid adalah seperangkat pengetahuan yang pada intinya bermuara pada peng-Esaan Allah SWT. Dalam Islam meng-Esakan Allah SWT masuk kedalam kategori aqidah.
Para ulama-ulama salaf selalu menjadikan pengajaran aqidah sebagai pelajaran basic sebelum mempelajari disiplin ilmu yang lain. Hal ini dikarenakan aqidah merupakan inti dari pada agama, tanpa ada aqidah berarti dia tidak beragama. Lebih lanjut ilmu tauhid adalah suatu ilmu yang bisa menjadi semacam filter atau saringan yang akan membedakan mana aqidah agama dan mana yang bukan. Orang yang tidak memahami ilmu tauhid tidak bisa menyaring mana aqidah agama dan mana yang bukan, sehingga dikhawatirkan terjadi percampuran keduanya. Inilah yang terjadi pada kaum Yahudi dan Nasrani yang menganggap Nabi mereka sebagai titisan Tuhan. Dan ini sangat dikecam oleh Allah SWT. Sebagimana termaktub dalam firman-Nya:
وقالت اليهود عزير ابن الله وقالت النصارى المسيخ ابن الله ذلك قولهم بأفواههم يضاهؤن قول الذين كقروا من قبل قاتلهم الله أنى يؤفكون (ألتوبه : 30)
Artinya: Dan orang-orang Yahudi berkata; “Uzair putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata; “Almasih putera Allah”. Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan-ucapan orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka bisa berpaling (dari laknat-Nya)? (At-taubah: 30)
Dalam ayat berikutnya Allah menambahkan:
اتخذوا احبارهم ورهبانهم اربابا من دون الله والمسيح ابن مريم (التوبه : 31)
Artinya: Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan juga menjadikan Almasih putera Maryam (sebagai Tuhan); (At-taubah: 31). Ayat-ayat diatas menjelaskan kepada kita akan rusaknya aqidah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Keadaan seperti diatas sangat berbahaya karena menjadikan sese masalah aqidah menyangkut kafir tidaknya seseorang. Orang yang aqidahnya benar meskipun tidak melakukan ibadah mahdhah maka dia masuk kategori mukmin, sedangkan orang yang aqidahnya salah meskipun beramal saleh sebesar gunung masuk kategori kafir. Orang kafir itu oleh Allah SWT dianggap najis. Oleh karena itulah mereka tidak dipandang oleh Allah SWT meskipun amalnya banyak. Hal ini bisa kita ketahui dari firman Allah SWT berikut:
يا أيها الذين امنوا انما المشركون نجس فلا يقربوا المسجد الحرام بعد عامهم هذا (التوبة : 28)
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, karena itu janganlah mereka mendekati Masjidil Haram setelah tahun ini. (At-Tubah:28)
Inilah alasan pentingnya ilmu tauhid dalam Islam.
Muara ilmu tauhid adalah terbentuknya keyakinan yang kuat akan ke-Esaan Allah SWT. Kalau di jabarkan ada empat tujuan yaitu: pertama ma’rifat kepada Allah SWT dengan dalil yang logis, argumentative dan kuat tak terbantahkan. Kedua mampu memedakan mana sifat yang layak dan pantas bagi Allah SWT, yaitu sifat wajib bagi-Nya, mana sifat yang tidak layak/tidak pantas bagi Allah SWT, yaitu sifat mustahil bagi Allah SWT, dan mampu mengetahui mana sifat yang jaiz bagi Allah SWT. Sehingga ini mirip sebuah perangkat pengetahuan yang mampu menolak semua keyakinan salah dan menerima keyakinan yang benar. Ketiga bisa mengetahui sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi para Nabi dan Rasul. Sehingga tidak mudah dibohongi oleh orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai Nabi atau Rasul. Saya kira tanpa pengetahuan ini sesorang akan mudah dibohongi; Ini loh, Tuhan kamu! Dia itu Nabi kamu! Padahal yang mengaku Tuhan adalah Manusia, Jin atau apa sajalah, dan yang disodorkan sebagai Nabi adalah orang biasa yang sama sekali tidak meyakinkan sebagai seorang Nabi dari sisi apapun. Inilah yang kita lihat sekarang, dimana ada orang mengaku Tuhan mendapatkan pengikut, ada pula yang mengaku Nabi juga dapat pengikut. Jadilah manusia menjadi hamba dari Tuhan palsu, atau pengikut dari Nabi palsu.
Kalau sudah sampai disini kita baru menyadari betapa urgennya ilmu tauhid itu dikaji dan dihayati. Tauhid bukan hanya mengokohkan aqidah tapi juga mampu membentengi diri dari kemusyrikan dan kekufuran. Para penganut agama samawi terdahulu mereka tergelincir karena tidak memiliki tauhid yang kuat. Bayangkan saja bila kaum Yahudi dan Nasrani itu memahami tauhid secara benar pasti mereka tidak mau menuhankan para akhbar dan rahib mereka menjadi Tuhan.
Belajar dari kaum-kaum terdahulu, sehingga agama Islam mewajibkan kepada semua peganutnya untuk mempelajari ilmu tauhid. Baik laki maupun perempuan memiliki kewajiban yang sama dalam mempelajarinya. Tentunya bila mereka sudah mulai berakal, karena ilmu ini sangat menekankan pada akal manusia sebagai penguat dalil-dalil kitab suci yang dijadikan sebagai pegangan pokok dalam kajiannya. Semoga Allah SWT menjadikan kita orang-orang yang terjaga aqidahnya dari keyakinan yang salah. Amin
Allahlah yang mengetahui mana yang benar!
Tauhid Ilmu Paling Dasar Tauhid Ilmu Paling Dasar Reviewed by muhammad ajib on 07.10 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.