Sifat Nafsiyah dan Salbiyah
Sifat Nafsiyah dan Salbiyah
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذى شهدت بوجوده الكائنات ونطقت
بوحدانيته الارض والسماوات العالم بما تكنه الصدور المطلع على خفيات
الامور المنزه عن الشبيه والنظير والمعين والوزير ليس كمثله شء وهو السميع
البصير والصلاة والسلام على خاتم الانبياء والمرسلين المبعوث رحمة للعالمين
سيدنا محمد واله سفن النجاة واصحابه البررة الهداة وسلم تسليما كثيرا
(اما بعد)
Terjemahan Teks Kitab:
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah Dzat yang
eksistensinya dapat disaksikan melalui ciptaan-Nya. Dzat yang seluruh
bumi dan langit senantiasa bersaksi atas keesaan-Nya. Dzat yang
mengetahui apapun yang tersimpan di hati. Dzat yang mengawasi segala
sesuatu yang samar. Tidak ada satupun yang menyerupai dan menyamai-Nya.
Dzat yang tidak membutuhkan partner yang membantu maupun kawan yang
menolong. Tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai-Nya dan Dia Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.
Shalawat dan salam semoga dilimpahkan
kepada Penutup para Nabi dan Rasul. Seorang yang diutus untuk
menyebarkan rahmat bagi seluruh alam. Baginda kita Muhammad SAW dan
keluarganya yang laksana bahtera keselamatan, dan juga kepada para
sahabatnya yang mulia-mulia lagi mendapatkan petunjuk. Semoga
keselamatan selalu mengiringi mereka.semuanya (Amma Ba’du)
الباب الرابع
في الصفات الواجبة
الوجود
هي صفة نفسية معناه انه سبحانه وتعالى
موجودا محققا لا شك فيه قال الله تعالى: ان ربكم الله الذى خلق السماوات
والارض في ستة ايام (يونس : 3). والدليل العقلي على ذلك حدوث العالم لانه
ملازم للاعراض الحادثة وملازم الحادث حادث وكل حادث لابد له من محدث.
Bab Keempat
Membahas Sifat-sifat Wajib
Wujud
Wujud adalah sifat nafsiyah. Maknanya
adalah bahwasanya Allah SWT maujud secara hakiki, tidak diragukan lagi
akan ada-Nya. Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah,
Dzat yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa (Yunus: 3). Adapun
dalil aqlinya adalah adanya alam yang baru. Alam dikatakan baru karena
diliputi/terkena a’radh alhaditsah (sifat benda yang baru). Sesuatu yang
diliputi/terkena sesuatu yang baru maka hal itu dikatakan baru. Segala
sesuatu yang baru pasti membutuhkan pencipta.
القدام
القدام هو صفة سلبية لانها سلبت ونفت اولية
الوجود, ومعناه في حقه سبحانه وتعالى انه قديم لا اول لوجوده: قال الله
تعالى: هو الاول والاخر والظاهر والباطن وهو بكل شئ عليم (الحديد : 3).
والدليل العقلي على ذلك انه لو لم يكن قديما لكان حديثا, ولو كان حادثا
لافتقر الى محدث ويفتقر محدثه الى محدث ايضا, ولو كان كذلك للزم الدور او
التسلسل وكل واحد منهما مستحيل. فالله سبحانه وتعالى قديم لا اول لوجوده
ويستحيل عليه الحدوث.
Qidam
Qidam termasuk kategori sifat salbiyah
karena sifat ini menyucikan dan menafikan akan adanya permulaan wujud.
Makna sifat ini bagi Allah SWT adalah bahwasanya Allah SWT bersifat
qadim, tidak ada permulaan bagi wujud-Nya. Allah SWT berfirman: Dialah
yang awwal juga yang akhir, dan Dialah yang dzahir juga yang batin. Dia
Maha Mengetahui atas segala sesuatu. (Alhadid: 3).
Dalil aqlinya adalah sebagai berikut:
Jika Allah SWT tidak bersifat qadim maka Allah SWT bersifat khadits.
Jika Allah SWT khadits maka Allah SWT membutuhkan pencipta. Kemudian
yang menciptakan Allah SWT juga membutuhkan pencipta lagi. Kalau begini
maka terdapat lingkaran pencipta dan mata rantai pencipta. Kedua hal itu
mustahil. Berarti Allah SWT bersifat qadim, tidak berpermulaan dan
mustahil Allah SWT bersifat hudus.
البقاء
البقاء صفة سلبية لانها سلبت ونفت الفناء.
ومعناه عدم الاخرية للوجود. ومعناه في حقه تعالى انه موجود وجودا مستمرا لا
اخر له. قال الله تعالى: كل شئ هالك الا وجهه. وقال ايضا : ويبقى وجه ربك
ذو الجلال والاكرام (الرحمان : 27). والدلبل العقلي على ذلك انه لو لم يكن
باقيا لجاز عليه العدم ولو جاز عليه العدم لكان حادثا وكونه حادثا محال
لانه قديم. وما ثبت قدمه استحال عدمه. فيستحيل عليه ضده وهو الفناء.
Baqa
Baqa termasuk kategori sifat salbiyah,
karena sifat ini mensucikan dan menafikan sifat fana. Maknanya adalah
wujudnya tidak akan berakhir. Makna sifat ini bagi Allah SWT adalah
bahwasanya wujudnya Allah SWT terus-menerus, tidak akan ada akhir
bagi-Nya. Firman Allah SWT: Segala sesuatu akan hancur kecuali Dzat
Allah. Allah juga berfirman: Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang memiliki
keagungan dan kemuliaan. (Ar-Rahman: 27). Adapun argumen logisnya adalah
sebagai berikut: Jika Allah tidak kekal maka akan tiada. Jika nantinya
mengalami ketiadaan berarti hadis. Padahal hadis bagi Allah SWT itu
mustahil, karena Dia bersifat qadim. Sesuatu yang telah ditetapkan
qidamnya maka mustahil bersifat ‘adam. Dengan demikian mustahil Allah
SWT bersifat fana.
المخالفة للحوادث
المخالفة للحوادث هي صفة سلبية لانها سلبت
ونفت المماثلة للحوادث فالله سبحانه وتعالى مخالف للحوادث في ذاته وصفاته
وافعاله. قال الله تعالى: ليس كمثله شئ وهو السميع البصير. والدليل العقلي
على ذلك انه لو لم يكن مخالفا للحوادث لكان مماثلها ولو كان مماثلها لكان
حادثا مثلها وهو محال. فيستحيل عليه ضدها وهو المماثلة لشئ من الحوادث.
Al-Mukhalafatu lil khawadits
Al-Mukhalafatu lil khawadits termasuk
kategori sifat salbiyah, karena sifat ini mensucikan dan menafikan Allah
SWT dari sifat serupa dengan makhluk-Nya. Maksud sifat ini adalah bahwa
Allah SWT tidak serupa dengan makhluk-Nya, baik serupa dzat-Nya,
sifat-Nya maupun perbuatan-Nya. Allah SWT berfirman: Tiada sesuatu
apapun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Adapun argumen logisnya adalah sebagai berikut: Jika Allah SWT tidak
berbeda dengan makhluk-Nya berarti Allah SWT serupa dengan makhluk-Nya.
Jika Allah SWT serupa dengan makhluk-Nya bearati Allah SWT khadis
seperti makhluk-Nya. Dan khadis ini mustahil bagi Allah SWT. Maka
mustahil bagi Allah SWT bersifat tidak berbeda dengan makhluk-Nya yaitu
mumatsalatu lil khawadis.
القيام بالنفس
القيام بالنفس صفة سلبية لانها سلبت و نفت
القيام بالغير. ومعناه في حقه تعالى انه لا يفتقر الى ذات يقوم بها او
موجود يوجده. بل هو الغني عن كل ما سواه. قال الله تعالى: ان الله لغني عن
العالمين. والدليل العقلي على ذلك انه لو لم يكن قائما بنفسه لكان محتاجا
الى غيره. ولو احتاج الى غير لكان حادثا وهو محال. فيستحيل في حقه ضده وهو
الاحتياج الى غيره.
Al-Qiyamu bin Nafsi
Al-Qiyamu bin Nafsi termasuk kategori
sifat salbiyah, karena sifat ini mensucikan dan menafikan adanya sifat
ketergantungan Allah SWT pada yang lain. Makna sifat ini bagi Allah SWT
adalah bahwasanya Allah SWT tidak tidak membutuhkan dzat yang dijadikan
tumpuan bagi-Nya atau sesuatu yang menciptakan-Nya. Justru Allah SWT
Maha Kaya dari segala apapun selain Dia. Allah SWT berfirman:
sesungguhnya Allah SWT Maha Kaya (tidak butuh) kepada alam semesta.
Argumen logikanya adalah sebagai berikut: Jika Allah SWT tidak berdiri
sendiri berarti Allah membutuhkan yang lain. Jika Allah membutuhkan yang
lain berarti Allah itu khadis. Dan khadis itu mustahil bagi Allah SWT.
Maka mustahil bagi Allah SWT membutuhkan yang lain.
الوحدانية
الوحدانية هي صفة سلبية لانها سلبت ونفت
التعدد. ومعناها في حقه تعالى انه واحد في ذاته وواحد في صفاته وواحد في
افعاله. قال الله تعالى: لو كان فيهما الهة الا الله لفسدتا. والدليل
العقلي على ذلك انه لو لم يكن واحدا لكان متعددا. ولو كان متعددا الاممكن
التمانع وهو يستلزم المحال لانه لو فرض وجود الهين صانعين للعالم فلابد اما
ان يتفقا او يخلفا. فان اتفقا لزما عجز كل واحد منهما. وان اختلفا لزم
اجتماع الضدين. وهو محال او عجز احدهما فالقادر هو الاله والعاجز باطل.
فثبت انه سبحانه وتعالى واحد لا شريك له ويستحيل عليه التعدد
Wahdaniyah
Wahdaniyah termasuk kategori sifat
salbiyah karena sifat ini mensucikan dan menafikan Allah SWT dari sifat
ta’adud. Makna sifat ini bagi Allah SWT adalah bahwasanya Allah SWT Maha
Esa baik dzat-Nya, sifat-Nya maupun perbuatan-Nya. Allah SWT berfirman:
Seandainya di langit dan bumi terdapat tuhan-tuhan selain Allah niscaya
hancurlah keduanya. Argumen logikanya adalah sebagi berikut: Jika Allah
SWT tidak Esa berarti Allah SWT banyak. Jika tuhan banyak maka
kemungkinan terjadi saling bersaing, ini suatu yang mustahil. Karena
bila alam ini diciptakan oleh dua tuhan maka akan terjadi kesepakatan
diantara keduanya atau sebaliknya terjadi pertentangan. Jika keduanya
terjadi kesepakatan berarti keduanya memiliki kelemahan. Dan jika
terjadi persengketaan berarti terjadi penyatuan dua hal yang
bertentangan. Dan itu mustahil. Atau satu dari dua tuhan itu kalah, maka
yang menang itulah yang jadi Tuhan dan yang kalah itu batil. Dengan
demikian tetaplah bagi Allah SWT bersifat Esa, tiada sekutu bagi-Nya,
dan mustahil Allah SWT itu banyak.
Sifat Nafsiyah dan Salbiyah
Reviewed by muhammad ajib
on
05.14
Rating:
Tidak ada komentar: